Kita belum bisa mengetahui siapakah mereka yang menelusuri informasi diabetes di Google ini: penderita, atau pengobat? Rasa-rasanya sih orang yang menderita penyakit yang lebih umum menggali informasi karena keawamannya. Para pakar, dokter, dan jasa pengobatan tentunya punya kesibukan dan perhatian ke arah lain.
Khusus di Inodonesia, karena saya menganalisis dengan alat Google Trend menggunakan kata kunci "obat diabetes", jumlah peminat topik ini meningkat, lebih-lebih di tahun 2015 dan dilanjutkan di tahun 2016.
| kata Google Trend soal "obat diabetes" |
Hal ini terjadi mungkin karena layanan kesehatan formal dinilai kurang memadai dan memuaskan. Dokter telah jelas-jelas menyerah dan menyatakan bahwa si manis diabetes ini tidak bisa disembuhkan dan hanya dipelihara. Orang diharuskan seumur-umur bergantung kepada obat dokter, rutin memeriksakan kesehatan, dan harus pasrah bahwa penyakitnya akan semakin parah. Peningkatan grafik minat "obat diabetes" ini menunjukkan masyarakat tidak berputus asa dan menaruh harapan pada temuan baru setidaknya informasi baru.
Berikut ini adalah data 7 kota yang paling gemar mencari informasi mengenai obat diabetes:
| data global obat diabetes |
Saya mencoba mengetik kata kunci pada "obat alternatif diabetes" Google Trend. Ternyata informasinya tidak mencukupi, tidak ada data. Lalu saya coba kata kunci lain yang kira-kira sejalan dengan pemikiran para penelusur: "obat alami diabetes." Yah betul, ternyata banyak yang berselancar di dunia maya yang menggunakan kata kunci ini.
Inilah data Google Trend dengan kata kunci "obat alami diabetes":
| Google Trend untuk data obat alami diabetes |










