![]() |
| sebulan setelah pemangkasan tanaman yang berusia 3 tahun |
Demplot kebun percobaan daun afrika di Bandung, yang telah berkali-kali panen, menjadi tumpuan perhitungan usaha tani. Terakhir yang mengejutkan adalah pengepul yang datang memborong seluruh daun dan batang dengan harga yang fantastis untuk ukuran tanaman biasa, bukan tanaman eksotik, bukan tanaman hias hobi. Daunnya ditawar dengan harga Rp40.000 per kg berat basah; setelah itu ditawar seluruh hasil kebun seluas 50 meter persegi ini, total total diperoleh Rp5.000.000, harga banting diskon habis. Artinya, nilai panen ini mencapai Rp 1 miliar per hektar.
![]() |
| kebun daun afrika umur 3 tahun dipanen sampai botak |
Harga. Harganya yang menggiurkan ini bukan karena harga satuan tanamannya mahal, bukan. Harga luarbiasa wow itu diperoleh karena masih terbatasnya hasil panen. Yang wajib dicatat adalah bahwa industri berani menerima harga tinggi dari pengepul karena masih masuk dalam hitungan bisnis. Jika industri tumbuh akibat diterimanya produk kesehatan berbasis daun afrika oleh pasar, dan usaha tani juga bertumbuh selaras dengan pertumbuhan pasar, maka harga tinggi ini dapat dinikmati dalam jangka yang panjang. Jika usaha tani berkembang terlalu cepat, harga akan mencapai kesetimbangan yang sama dengan harga tanaman obat lainnya.
Semiliar per hektar itu mungkin harga kejutan alias rejeki nomplok sekali. Berdasarkan harga jual grosiran di toko bahan-bahan jamu terkenal di Bandung, harga normal daun kering daun afrika bitter leaf ini adalah Rp40.000 per kg berat kering. Harga segitu kurang lebih sama dengan simplisia tanaman herbal lainnya. Jadi, kalau lah tidak tercapai impian semiliar per hektar itu, harga Rp100.000.000 per hektar juga dapat disebut prospek bisnis yang bagus.
Usaha tani tidak ada kesulitan sama sekali untuk tumbuh karena tanaman ini mudah pengelolaannya. Bibitnya berupa stek batang. Mudah penanganan, mudah pengiriman. Harganya pun normal, Rp10.000 per batang.
Stek ini langsung ditancap pada tanah, dijaga kelembabannya hingga bertunas sekira 1-2 pekan. Jika sudah mencapai tinggi 1 meter, tanaman ini tahan kekurangan air, lebih kuat daripada singkong. Di musim kemarau dan pada tanah yang rendah tingkat kesuburannya, daun afrika bisa tetap hijau dan rimbun seperti pada gambar di atas. Sedangkan singkong akan tampak kurus menyedihkan.
Pemasaran stek ini terus dilakukan. Di pasaran online termurah, harga paketnya adalah Rp150.000 untuk 12 batang stek ukuran 30 cm. Ada juga yang menjual stek ukuran 20 cm dengan harga paket Rp200.000 untuk sejumlah 20 batang. Biasanya harga tersebut sudah termasuk ongkir ke kota-kota di pulau Jawa. Murah.
Investasi. Jadi sudah tergambar biaya investasi jika ingin terjun ke usahatani daun afrika Vernonia amygdalina. Modal lahan 1 hektar, bisa beli atau sewa. Harga lahan di kaki gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat, masih murah di kisaran Rp100 juta per hektar. Sewa lahan di daerah indah Cijapati, Kabupaten Bandung masih sekira Rp2 juta per hektar. Modal bibit dengan kerapatan 10.000 batang per hektar dikali Rp10.000 per batang sama dengan Rp100.000.000. Jadi investasi mencapai Rp200.000.000 per hektar.
Biaya operasional. Usahatani daun afrika boleh dibilang mengarah ke pertanian organik. Tanaman ini beruntung aslinya dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah dan segala cuaca di daerah tropis. Demplot kebun percobaan di atas tidak pernah dipupuk dan disemprot pestisida. Bahkan tidak pernah disirami dan disiangi, kecuali di tahap awal penanaman. Jadi biaya operasional kebun sangat minimalis. Mungkin di saat ini yang harus diperhitungkan adalah biaya manajemen, terutama untuk pemasaran hasil usahatani. Idealnya, manajemen berkompetensi juga mengurus pengembangan produk industri. Sumberdaya manusianya harus mumpuni dalam memroduksi bahan jamu dan produk kesehatan lainnya, bekerja sama dengan pabrik obat, kosmetik, pakan ternak, pakan ikan, dan lain-lain kemanfaatan daun afrika.
![]() |
| brosur bisnis online daun afrika |















