Setelah KIE Komunikasi-Informasi-Edukasi yang intensif dalam sebulan terakhir, kini rata-rata ada 3 permintaan bibit daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) dalam bentuk stek, di dalam kota Bandung saja. Sementara ini saya memang lebih fokus pada gerakan ketok-tular penanaman sejuta pohon daun afrika di Bandung Raya. Mengapa?
Apakah sepenting itu membangun fondasi bisnis pohon daun afrika ini?
Ya! Sekarang ini saja produk berbahan baku daun afrika sudah mulai diterima masyarakat. Pada umumnya masih sederhana dalam bentuk teh herbal. Para produsen dan pedagang mulai menggeliat di Medan, Batam, Jakarta, dan Jawa Barat. Di Amerika Serikat pun, produk yang mampu dimasyarakatkan baru bentuk teh herbal ini.
Daun afrika ini masih memungkinkan pengembangan produk. Selain teh herbal, baik dengan simplisia segar (saya lebih suka), maupun pun kering, saya telah mencoba memroduksi sabun muka dengan kandungan virgin coconut oil dan ekstrak daun afrika. Beberapa teman dekat yang mencobanya, melaporkan kesan positif atas produk ini. Umumnya melaporkan baik untuk mengatasi jerawat.
Selain itu, bagi yang tidak suka rasa pahit daun segarnya jika dilalab, atau tidak bisa menikmati aroma teh herbalnya yang menyengat, saya mencoba melakukan inovasi produksi teh herbal difermentasi.
Yang mutakhir, ada penemuan baru ekstrak Vernonia amygdalina ini, yang rasanya tidak terlalu pahit, aromanya lebih lembut, dan warnanya eksotik. Ini dia:
- Di habitat aslinya pohon daun afrika ini tumbuh pada ketinggian lebih dari 1500 m dpl. Bandung saja yang plus minus 700 m dpl, sesungguhnya masih kurang ideal. Di halaman saya, perdu berkayu ini mampu berbunga, waktunya di sekitar akhir tahun, tetapi gagal berbuah. Di tempat yang rendah, seperti Jakarta dan Tangerang serta Medan, hampir semua pemilik pohon, berbunga wangi seperti melati ini, tidak pernah melihat miliknya berbunga.
- Kedekatan geografi dan psikososial untuk pembinaan komunitas pembudidaya daun afrika. Meski pun bisa menggunakan jasa kurir, saya lebih senang mengantar sendiri, jika ada keleluasaan waktu. Banyak cerita seru saat bertemu mereka yang punya hobi yang bersatu, yaitu bercocok tanam tumbuhan herbal berkhasiat atau TOGA.
- Memudahkan tindak-lanjut jika ada pertemuan visi-misi untuk bersinergi membangun usaha kecil, misalnya jika kelak sama-sama bersemangat membangun koperasi usaha tani dan kesehatan berbasis pohon daun afrika
Apakah sepenting itu membangun fondasi bisnis pohon daun afrika ini?
Ya! Sekarang ini saja produk berbahan baku daun afrika sudah mulai diterima masyarakat. Pada umumnya masih sederhana dalam bentuk teh herbal. Para produsen dan pedagang mulai menggeliat di Medan, Batam, Jakarta, dan Jawa Barat. Di Amerika Serikat pun, produk yang mampu dimasyarakatkan baru bentuk teh herbal ini.
Daun afrika ini masih memungkinkan pengembangan produk. Selain teh herbal, baik dengan simplisia segar (saya lebih suka), maupun pun kering, saya telah mencoba memroduksi sabun muka dengan kandungan virgin coconut oil dan ekstrak daun afrika. Beberapa teman dekat yang mencobanya, melaporkan kesan positif atas produk ini. Umumnya melaporkan baik untuk mengatasi jerawat.
Selain itu, bagi yang tidak suka rasa pahit daun segarnya jika dilalab, atau tidak bisa menikmati aroma teh herbalnya yang menyengat, saya mencoba melakukan inovasi produksi teh herbal difermentasi.
Yang mutakhir, ada penemuan baru ekstrak Vernonia amygdalina ini, yang rasanya tidak terlalu pahit, aromanya lebih lembut, dan warnanya eksotik. Ini dia:








0 komentar:
Posting Komentar